JURNALINFOTA, SOPPENG – Anggota DPRD Kabupaten Soppeng dari Fraksi PDI Perjuangan, Ardi Doma, meminta Pemerintah Kabupaten Soppeng melalui Bupati segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) hingga ke tingkat agen dan pangkalan LPG 3 kilogram. Langkah ini dinilai perlu untuk mengatasi kelangkaan yang saat ini banyak dikeluhkan masyarakat.
Menurut Ardi Doma, pemeriksaan yang hanya dilakukan ke tingkat pengecer saja tidak cukup untuk mengungkap akar masalah yang terjadi. Pengawasan harus dilakukan menyeluruh mulai dari hulu hingga ke titik penjualan akhir.
"Kelangkaan LPG 3 kg yang dikeluhkan masyarakat Kabupaten Soppeng harus segera ditangani secara serius. Sidak ke tingkat pengecer saja tidak cukup. Pemerintah daerah juga perlu melakukan inspeksi mendadak ke agen dan pangkalan untuk memastikan distribusi berjalan sesuai ketentuan," ujarnya, Rabu (15/7/2026).
Ia meminta Bupati bersama instansi terkait melakukan pengawasan langsung terhadap seluruh mata rantai distribusi. Hal ini penting untuk memastikan tidak ada penyaluran yang dijual ke luar wilayah Kabupaten Soppeng, penyimpangan aliran barang, maupun penjualan yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).
Berdasarkan informasi yang diterima, harga tabung gas elpiji 3 kg di beberapa titik bahkan sudah mencapai angka Rp60.000 per tabung, jauh melampaui harga yang seharusnya.
"Masyarakat berhak memperoleh LPG 3 kg dengan mudah, tepat sasaran, dan sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah. Informasi yang kami dapat, harga gas elpiji tembus di angka 60 ribu rupiah. Ini sangat memberatkan," tegasnya.
Ardi Doma menambahkan, pemeriksaan nanti harus mencakup jumlah stok yang ada, kelengkapan administrasi penyaluran, serta kepatuhan pihak agen dan pangkalan terhadap peraturan yang berlaku. Jika ditemukan pelanggaran, pemerintah harus bertindak tegas tanpa pandang bulu.
Di sisi lain, jika masalah justru terletak pada kurangnya pasokan dari pusat, maka Pemerintah Kabupaten Soppeng harus segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menambah alokasi pasokan.
"Jangan sampai masyarakat kecil menjadi pihak yang paling dirugikan akibat kelangkaan maupun permainan distribusi ini. Agen sebagai ujung tombak penyaluran milik negara harus hadir dan menjamin kebutuhan energi masyarakat terpenuhi dengan baik," pungkasnya.
Wandi