Foto ilustrasi
JURNALINFOTA, SOPPENG – Keberadaan pengamen yang semakin marak di area Pasar Sentral Takalala, Kabupaten Soppeng, dikeluhkan salah satu pemilik warung dan pengunjung pasar lantaran dinilai mengganggu kenyamanan bertransaksi maupun beraktivitas di lokasi tersebut. Keluhan ini disampaikan langsung oleh pedagang maupun pengunjung pasar, Sabtu (1/8/2026).
Salah satu pemilik warung makan di kawasan itu mengungkapkan, belakangan ini para pengamen datang silih berganti dalam waktu berdekatan. Jika sebelumnya mereka datang secara berombongan, kini mereka masuk satu per satu sehingga membuat pengunjung merasa terus ditunggui.
"Dulu berombongan masuk, sekarang satu persatu. Mungkin ada sekitar enam orang pengamen yang masuk secara bergantian. Ini benar-benar membuat kami tidak nyaman," ungkap pemilik warung tersebut.
Keluhan senada disampaikan pengunjung pasar yang sedang makan di tempat itu. Ia mengaku merasa terganggu lantaran terus didatangi pengamen saat sedang menikmati hidangan.
"Kami terganggu, Pak. Kami hanya ingin makan, namun pengamen itu berbondong-bondong gantian datang. Kami merasa terganggu saat makan karena terus ditunggui," pungkasnya.
Fenomena ini memicu harapan agar pemerintah daerah segera turun tangan mencari solusi tepat.
Penertiban dinilai perlu dilakukan supaya keberadaan para pengamen tidak lagi meresahkan maupun mengganggu aktivitas ekonomi di pasar tradisional tersebut.
"Pemerintah selayaknya melakukan penertiban sehingga keberadaan mereka tidak mengganggu pedagang dan para pengunjung pasar," tambah pemilik warung.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari instansi terkait di Kabupaten Soppeng terkait keluhan dan permintaan penertiban yang disampaikan pedagang.